MAKALAH PENULISAN UNSUR SERAPAN DAN KALIMAT EFEKTIF
MAKALAH
PENULISAN UNSUR SERAPAN DAN
KALIMAT EFEKTIF
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang
Diampu oleh:
Sri Nuri Rahmawati,Dra.Hj.M.Pd.i
Disusun oleh:
Disusun oleh:
1. Akhmad Kafid
2. Ahmad Nur Saidin
3. Ahmad Yunus
4. Dwi Suryani
5. Kidung Asmara Hening Gemati
6. Nuril Iftitah
7. Supriyanto
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN WONOSOBO
JAWA TENGAH
2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Penyusunan Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia tentang Unsur Serapan dan Kalimat
Efektif. Selain itu tujuan dari penyusunan Makalah ini juga untuk menambah
wawasan tentang pengetahuan Bahasa secara meluas.
Dalam menyelesaikan Makalah ini, Kami telah banyak
mendapatkan bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini kami ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Rahmawati selakau Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang
telah memberikan tugas mengenai makaliah ini sehingga pengetahuan kami
dalam penulisan Makalah ini semakin bertambah.
2. Kedua orang tua kami,
yang senantiasa memberikan do’a serta dukungan baik moril maupun materil.
3. Teman-teman kami yang
telah memberikan semangat dan dukungan sehingga kami dapat menyelesaikan
Makalah ini.
4. Pihak-pihak yang tidak
dapat kami sebutkan satu persatu, yang turut membantu penyusunan Makalah ini.
Kami menyadari dalam penulisan Makalah ini masih
banyak kekurangan dalam penulisan maupun penyusunan. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki kesalahan dimasa
yang akan datang.
Wonosobo, 22 Oktober
2019
Tim penyusun
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... 1
DAFTAR ISI ...................................................................................................... 2
BAB I. PENDAHULUAN............................................................................................... 3
A. Latar Belakang......................................................................................... 3
B.
Rumusan
Masalah.................................................................................... 3
C. Tujuan....................................................................................................... 3
BAB II. PEMBAHASAN................................................................................................. 4
A.
Pengertian Kata Serapan.......................................................................... 4
B. Kata Serapan Dalam Bahasa
Indonesia.................................................... 4
C. Contoh Kata
Serapan................................................................................ 5
D.
Pengertian Kalimat
Efektif..................................................................... 6
E. Ciri dan Contoh Kalimat
Efektif............................................................ 6
F.
Kesalahan dalam Menyusun Kalimat Efektif dan Pembetulannya......... 8
BAB III
A. KESIMPULAN........................................................................................... 10
B.
SARAN........................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Peranan bahasa yang utama ialah sebagai sarana atau
media untuk menyampaikan maksud dan perasaan seseorang kepada orang lain.
Sebagai mahluk sosial manusia tidak bisa mengandalkan kemampuannya sendiri.
Manusia perlu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya untuk memenuhi
segala kebutuhan hidupnya.
Kata serapan antar bahasa adalah hal yang lumrah, jika terjadi kontak
bahasa lewat pemakai pasti akan terjadi serap-menyerap kata. Dengan adanya proses penyerapan akan menimbulkan
saling meminjam dan saling pengaruh asing.
Kalimat efektif adalah kalimat yang
dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh
pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah
tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas,
dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan
tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan
bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang
dituliskan.
1. Apakah yang di maksud kata serapan?
2. Bagaimana kata Serapan dalam bahasa Indonesia?
3. Apa saja contoh unsur serapan?
4. Apakah
yang di maksud Kalimat efektif ?
5. Apa
saja ciri-ciri dan contoh kalimat efektif?
6. Kesalahan dalam Menyusun Kalimat Efektif dan Pembetulannya?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang kata serapan.
2. Untuk mengetahui tentang kata serapan dalam bahasa
Indonesia.
3. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang beberapa contoh kata serapan
dalam Bahasa Indonesia.
4. Untuk mengetahui tentang kalimat efektif
5.
Untuk mengetahui tentang ciri-ciri kalimat efektif.
6. Kesalahan dalam Menyusun Kalimat Efektif
dan Pembetulannya
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kata Serapan
Kata serapan adalah kata
yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa
dan diterima pemakaiannya secara umum.
Fungsi kata serapan di dalam bahasa
Indonesia adalah untuk memperkaya ragam bahasa Indonesia itu sendiri dan
memberikan pengetahuan tentang bahasa asing kepada pemakai bahasa Indonesia.
Masyarakat Indonesia sekarang, telah banyak menggunakan kata – kata
serapan. Mereka berpendapat bahwa menggunakan kata – kata serapan adalah suatu
hal yang dapat menjadikan mereka dianggap sebagai orang yang terpelajar, gaul,
modern dan lain-lain. Padahal, di sisi lain penggunaan kata serapan tidak hanya
menimbulkan dampak positif, namun juga akan menimbulkan dampak negatif yang
tidak disadari oleh masyarakat.
B. Kata Serapan dalam bahasa Indonesia
|
Asal Bahasa |
Jumlah Kata |
|
Arab |
1.495 kata |
|
Belanda |
3.280 kata |
|
Tionghoa |
290 kata |
|
Hindi |
7 kata |
|
Inggris |
1.610 kata |
|
Parsi |
63 kata |
|
Portugis |
131 kata |
|
Sanskerta-Jawa
Kuna |
677 kata |
|
Tamil |
83 kata |
Dalam
perkembangannya bahasa Indonesia mengambil unsur atau kata dari bahasa lain,
seperti bahaa daerah atau bahasa asing. Sudah banyak kosa kata dari bahasa
asing dan daerah yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Terlebih dahulu
kata-kata itu disesuaikan dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia, baik
itu dalam hal pengucapan maupun penulisannya. Kata-kata sepeerti itulah yang
dinamakan dengan Kata-Kata Serapan.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini
banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya.
4
C. Contoh
Kata Serapan dan Pengertiannya (Adopsi, Adaptasi, Pungutan)
Contoh Kata Serapan dan Pengertiannya (Adopsi,
Adaptasi, Pungutan) - Kata serapan atau sering disebut juga dengan kata
pungutan atau pinjaman adalah kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang
telah terintegrasi ke dalam bahasa Indonesia dan telah diterima luas oleh
masyarakat umum.
Proses
Penyerapan Kata
Ada beberapa proses atau cara masuknya
bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia sehingga bisa terserap,berikut;
1. Adopsi
Proses adopsi adalah terserapnya
bahasa asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata bahasa asing yang
memiliki makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaan dengan
bahasa Indonesia.
Contoh: Hotdog, Shuttle cock, reshuffle, plaza, supermarket, dan lain-lain.
2.Adaptasi
Proses adaptasi adalah proses diserapnya bahasa
asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan atau cara
penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.
Contoh:
Option = Opsi
Fluctuate = Fluktuatif
Organization = Organisasi
Maximal = maksimal
3. Pungutan
Masuknya bahasa asing ke dalam
bahasa Indonesia terjadi akibat pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada
dalam bahasa sumbernya, kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa
Indonesia. Cara ini dapat disebut juga dengan konsep terjemahan dimana kata
serapan dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata / istilah tersebut tanpa
mengubah makna kata tersebut. Contoh:
Spare part = Suku cadang
Try out = Uji coba
Overlap = Tumpang tindih
Shuttle ship = Pesawat ulang-alik
5
D. Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan
penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca
secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki
kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan
kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran
penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami
pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh
penulis atau pembicaranya.
E. Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Contoh
1. Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal
yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam
kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). (Tidak
Menjamakkan Subjek)
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke
perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan
(efektif)
2. Kecermatan
Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi
kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu
mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang
terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3. Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat
dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu,
tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata
yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria
yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a.
Menghilangkan pengulangan subjek.
b.
Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c.
Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak
menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
6
Contoh:
Karena ia
tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di
rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4. Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan
mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan
unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini.
(tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5. Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah
kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya
tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk
menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat
yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak
simetris.
b. Kalimat
yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam
kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat
yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang
antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita
orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan
rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota
yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)
7
F. Kesalahan dalam Menyusun Kalimat Efektif dan Pembetulannya
a. Pleonastis
Pleonastis atau pleonasme adalah pemakaian kata yang
mubazir (berlebihan), yang sebenarnya tidak perlu. Contoh-contoh kalimat yang
mengandung kesalahan pleonastis antara lain:
Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan.
Kalimat ini seharusnya : Banyak tombol yang dapat Anda
gunakan.
Kita harus saling tolong-menolong.
Kalimat ini
seharusnya : Kita harus saling menolong, atau Kita seharusnya tolong-menolong.
b. Kontaminasi
Contoh
kalimat yang mengandung kesalahan kontaminasi dapat kita lihat pada kalimat
berikut ini:
Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan
bervariasi.
Kalimat
tersebut akan menjadi lebih efektif apabila akhiran –nya dihilangkan. Sehingga
menjadi :
Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan
bervariasi.
c. Salah pemilihan kata
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan pemilihan kata dapat kita lihat pada
kalimat berikut ini:
Saya mengetahui kalau ia kecewa.
Seharusnya: Saya mengetahui bahwa ia kecewa.
d. Salah nalar
Contoh
kalimat yang mengandung kesalahan nalar dapat kita lihat pada kalimat berikut
ini:
Bola gagal masuk gawang.
Seharusnya:
Bola tidak masuk gawang.
e. Pengaruh bahasa asing atau daerah (interferensi)
Bahasa Asing
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa asing
terlihat pada kalimat berikut:
Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya
bekerja.
Kalimat ini bisa jadi mendapatkan pengaruh bahasa
Inggris, lihat terjemahan kalimat berikut:
I live in
Semarang where my mother work
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut
menjadi:
Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja
8
Bahasa daerah
Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa daerah dapat
kita lihat pada kalimat berikut:
Anak-anak sudah pada datang.
Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut
menjadi:
Anak-anak sudah datang.
Contoh lain pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa
Jawa, juga dapat kita lihat pada kalimat berikut. Penulis menemukan contoh ini
dari sebuah rubrik di tabloid anak-anak Yunior.
Masuknya keluar mana? (Jawa: Mlebune metu endi?)
Kita sebaiknya mengganti kalimat tersebut dengan:
Masuknya lewat mana?
f. Kata
depan yang tidak perlu
Sering kali kita membuat kalimat yang mengandung kata depan yang tidak perlu
seperti pada kalimat berikut:
Contoh :
Di program ini menyediakan berbagai fitur terbaru.
Agar menjadi efektif, sebaiknya kita menghilangkan kata depan di, sehingga
kalimatnya menjadi:
Program ini
menyediakan berbagai fitur terbaru.
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan
isi dan pembahasan makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa ada sebagian kecil
dari bahasa Indonesia berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah yang sudah
dijadikan bahasa baku yang sesuai dengan EYD yang disebut dengan unsur serapan.
Berdasarkan taraf
integrasinya unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas, unsur
serapan yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan unsur serapan
yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kalimat efektif adalah
kalimat yang di susun menurut pola struktur yang benar sesuai dengan
situasi yang menyertainya. Perhatikan contoh kalimat berikut;
a. Mereka menyelesaikan
dengan meyakinkan dan baik serta dengan sangat memuaskan semua soal-soal ujian
dalam waktu Sembilan puluh menit.
Kalimat di atas berubah menjadi :
b. Mereka menyelesaikan
dengan baik semua soal-soal ujian dengan waktu Sembilan puluh menit.
2. Sebuah kalimat
efektif haruslah di susun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang di
inginkan oleh penulis terhadap pembacanya.
3. Persyaratan-persyaratan
yang perlu di perhatikan dalam membuat kalimat efektif yaitu :
a. Kesepadanan dan
kesatuan.
b. Kesejajaran
bentuk-bentuk bahasa yang di pakai.
c. Penekanan untuk
mengemukakan ide pokok.
d. Kehematan dalam
menggunakan kata.
e. Kevariasian dalam
struktur kalimat.
B. Saran
Sebagai anak-anak Bangsa Indonesia kita seharusnya lebih mencintai Bahasa
Indonesia. Walupun, dalam komunikasi sehari-hari kita menggunakan bahasa yang
tidak terdapat dalam kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Tapi, setidaknya kita
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berada dalam forum-forum
resmi. Kepada para pengajar, pendidik, dan pembimbing, diharapkan dapat lebih
menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia kepada anak-anaknya
dengan salah satu cara mengajarkan mereka Bahasa Indonesia.
10
DAFTAR
PUSTAKA
Sungguh,As’ad,2016.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Dan Pembentukan
Istilah.Jakarta: PT Bumi Asmara.
Arifin, Zaenal, 2006. Cermat Berbahasa
Indonesia. Jakarta: Akapress.
Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa
Indonesia. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Uti. 2009. Detik Detik Ujian Nasional Bahasa
Indonesia. Klaten: PT Intan Prawira
Taufik, Imam. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
www.google.com(pengertiankataserapan)www.google.com(contohkataserapandalambahasaindonesia)
11

Komentar
Posting Komentar