Pengetahuan Dan Nilai Pandangan Islam
PAPER
Ilmu Pendidikan Islam
Pengetahuan Dan Nilai Pandangan Islam
Disusun oleh : Alif Purniawan (2019010401)
Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ)
Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan (FITK)
Wonosobo, Jawa Tengah
2020
A. Pendahuluan
Manusia diciptakan di dunia ini berbeda dengan makhluk yang lainnya, yaitu berupa akal. Akal tersebut identik dengan pengetahuan serta ilmu yang lainnya dan antara pengetahuan dan ilmu sering kali dikaitkan. Kemudian nilai tidak berjauhan dengan kata ilmu yang mencangkup di dalamnya. Adanya ilmu dalam pandangan Isam pada hakikatnya untuk menjadikan manusia lebih dekat dengan sang pencipta yaitu Allah.
Untuk memahami berbagai dimensi ajaran Islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan yamg digali dari berbagai disiplin ilmu. Di dalam Al-Qur’an misanya, dijumpai ayat-ayat menegenai proses pertumbuhan dan perkembangan anatomi manusia untuk menjelaskan masalah ini jelas memerlukan ilmu anatomi manusia. Begitu pula utuk membahas ayat-ayat yang berkenaan dengan masalah tanaman dan tumbuh-tumbuhan jelas memerlukan bantuan ilmu pertanian. Dengan demikian untuk memahami Islam secara holistik diperlukan adanya saintifikasi Islam, yakni proses mengolaborasikan nila-nilai normatif Islam ke dalam formulasi ilmu dan tidak hanya sekedar memahami Islam secara teologis normatif.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana Pengertian Ilmu Pendidikan Islam
2. Tujuan Ilmu Pendidikan Islam
3. Apa Saja Nilai-Nilai Islam
4. Teori Penengetahuan Menurut Islam
C. Pembahsan
1. Pengertian Ilmu Pendidikan Islam
Ilmu Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai studi tenteng proses kependidikan yang didasarkan pada nilai-nilai filosofis ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.[1] Dengan redaksi yang agak singkat, Ilmu Pendidikan Islam adalah ilmu yang berdasarkan Islam.[2] Sebagaimana diuraikan di muka bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau tuntunan pendidik kepada arak didik agar tumbuh secara wajar dan berkepribadian muslim.
Dengan demikian Ilmu Pendidikan Islam ialah uraian ilmu secar sistematis dan ilmiah tentang bimbingan atau tuntutan pendidik kepada anak didik dalam perkembangannya agar timbuh secara wajar dan berpribadi muslim, sebagai anggota masyarakat yang hidup selaras dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan hidup di dunia dan akhirat.[3]
2. Tujuan Ilmu Pendidikan Islam
Pendidikan Islam merupakan sebuah pendidikan yang harus dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan yang jelas memlaui syariat Islam. Pendidikan Islam adalah universal dan hendaknya diarahkan untuk menyadarkan manusia bahwa diri mereka adalah hamba Tuhan yang berfungsi menghambakan diri kepada-Nya. Steatmen dalam Al-Qur’an dalam hal ini sangatah tegas :
“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia hanyalah agar mereka menghambarkan diri kepada Ku” (adz-Dzariyat 56)
Jadi tujuan pendidikan Islam adalah menyadarkan manusia agar dapat mewujudkan hambanya diri kepada Allah sang pencipta baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. dengan demikian, konsep pendidikan Islam tidak boleh dan tidak dapat dipisahkan dari konsep Ketuhanan. Abdurrahman Al-Bani menggambarkan bahwa pendidikan dalam Islam mencakup tiga faktor yang mesti dilakukan secara bertahap, yakni:
· Menjaga dan memelihara anak.
· Mengembangkan bakat dan potensi anak sesuai dengan minat atau bakatnya masing-masing.
· Mengarahkan potensi dan bakat anak agar mencapai masyarakat dan kesempurnaan.
Abdurrahman An-Nahlawi dalam sebuah karyanya menyatakan bahwa pendidikan Islam sebagai konsep pendidikan yang sarat akan nilai ketuhanan berarti:
· Secara prinsip tujuan dan sasaran pendidikan sangat jelas.
· Setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh para pendidik mutlak harus diorientasikan pada upaya mewujudkan kesempurnaan umat manusia
· Pendidikan perlu dirancang dan disajikan secara gradasi, bermula dari yang rendah hingga yang tinggi.
Konsep pendidikan Islam menawarkan banyak keutamaan, antara lain :
· Karena bersumber dari kebenaran ilmiah maka ia menawarkan kesempurnaan dan keutamaan hidup sekaligus terbebas dari berbagai kekuarangan.
· Meliputi segenap aspek kehidupan manusia.
· Berlaku universal, tidak terbatas hanya unru bangsa tertentu.
· Berlaku sepanjang masa, tidak dibatasi dengan muslim atau saat-saat tertentu saja.
· Sangat sesuai dengan fitrah kemanusiaan, bahkan menyiapkan perkembangan naluri-naruri kemanusiaan hingga tercapainya kebahagiaan hakiki.
· Setiap penemuan akan memberikan kepuasan yang sesuai dengan fitrah manusia
· Berlandaskan perasaan dan kesadaran sehingga juga memberikan kepuasan psikologis dan intelektual manusia
· Realistik dan mudah diserap oleh manusia dari segala jenisnya.
· Elastis sehingga selalu relevan dengan berbagai kondisi manusia.
Dr. Kamal Muhammad Isa menjelaskan tentang keistimewaan konsep Islam, anatara lain :
· Konsep Islam merupakan konsep ilahi yang ditransformasikan dalam Al-Quran dan Sunnah, maka ia akan “kekal” dan tak akan berubah-ubah secara substansial. Sesuai dengan perkembangan zaman, ia akan mampu memenuhi semua kebutuhan manusia yang utuh. Ia akan membimbing akal dan mengarahkan kemampuan manusia kepada titik tujuan manusia yang jelas.
· Konep Islam meletakkan manusia sebagai ciptaan Allah yang terdiri atas jasmani yang terkait ke Bumi dan memiliki keinginan dan nafsu, serta rohani yang terkait ke langit. Islam memberikan keseimbangan antara kepentingan jasad dan ruh. Kedua-duanya diberikan perhatian seimbang. Konsep ini memberikan keseimbangan yang konkrit antara kepentingan jasmani dan rohaniyah, kepentingan individu dan juga bersama.
· Konsep Islam ciptaan Allah karenanya ia bersifat mutlak, kokoh, mantap, realistis dan “applicable”, tidak bersifat khayali atau nisbi.[4]
3. Nilai-nilai Dalam Islam
a. Pengertian Nilai Dalam Islam
Pada dasarnya konsep umum yang ada dalam masyarakat kita tentang istilah nilai merupakan konsep ekonomi, hubungan suatu komoditi atau jasa dengan barang yang mau dibayarkan seseorang untuk memunculkan konsep ini. Sedangkan makna spesifik nilai dalam ekonomi adalah segala sesuatu yang diminta dan diinginkan oleh manusia yang dapat memenuhi kebutuhan, maka barang itu mengandung nilai.
Akan tetapi makna nilai dalam pembahsan ini berbeda dengan konsep nilai dalam bidang ekonomi bank karena pembahasan ini berobjek pada manusia dan perilakunya, maka kita akan berbicara mengenai hal-hal yang dapat membantu manusia agar lebih bernilai dari sudut pandang Islam.
Menurut Zakiyah Darajat, mendefinisikan nialai adalah suatu perangkat keyakinan atau perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak khusus kepada pola pemikiran dan perasaan, keterikatan maupun perilaku.[5] Jika kita gambarkan, nilai merupakan salah satu penjabaran dari norma.
b. Nilai yang terkandung dalam Islam
Luasnya materi ajaran agama Islam haruslah dipahami oleh aturan seseorang mukmin yang ingin mengamalkan ajaran Islam secara khaffah, akan tetapi arti semuanya itu penting diketahui adalah pemahaman tentang nilai-nilai atau unsur-unsur yang terkandung dalam agama Islam.
Pendidikan Islam di kalangan umatnya merupakan salah satu bentuk manifestasi cita-cita hidup Islam untuk melestarikan, mengalihkan, menanamkan, dan mentransformasikan nilai-nilai Islam kepada pribadi penerusnya. dengan demikian pribadi seorang muslim pada hakikatnya harus mengandung nilai-nilai yang didasari atau dijiwai oleh iman dan takwa kepada Allah SWT sebagai sumber mutlak yang harus ditaati.
Ketaatan pada kekuasaan Allah SWT yang mutlak itu mengandung makna sebagai penyerahan diri secara total kepada-Nya. Dan bila manusia telah bersikap menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah, berarti ia telah berada dalam dimensi kehidupan yang dapat mensejahterakan kehidupan di dunia dan membahagiakan kehidupan di akhirat.
Adapun dimensi kehidupan yang mengandung nilai-nilai ideal Islam dapat dikategorikan ke dalam 3 kategori, yaitu:
a. Dimensi yang mengandung nilai yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dunia.
b. Dimensi yang mengandung nilai yang mendorong manusia untuk meraih kehidupan di akhirat yang membahagiakan.
c. Dimensi yang mengandung nilai yang dapat memadukan antara kepentingan hidup duniawi dan dan ukhrawi.
Dari dimensi nilai-nilai kehidupan tersebut, seharusnya ditanam tumbukan di dalam pribadi muslim secara seutuhnya melalui proses pembudayaan secara peadagogis dengan sistem atau struktur kependidikan yang beragam. Dari sinilah dapat kita ketahui bahwa dimensi nilai-nilai Islam yang menekan keseimbangan dan keselarasan hidup duniawi ukhrawi menjadi landasan ideal yang hendak dikembangkan atau dibudidayakan dalam pribadi muslim melalui pendidikan sebagai alat pembudayaan.
Adapun nilai-nilai pendidikan Islam pada dasarnya berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang meliputi semua aspek kehidupan. baik itu mengatur tentang hubungan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Dan pendidikan disini bertugas untuk mempertahankan, menanamkan, dan mengembangkan kelangsungan berfungsinya nilai-nilai Islam tersebut.
Adapun nilai-nilai islam apabila ditinjau dari sumbernya, maka digolongkan menjadi dua macam yaitu
a. Nilai Ilahi adalah nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits, nilai Ilahi dalam aspek teologi (kaidah keimanan) tidak akan pernah mengalami perubahan, dan tidak ber kecenderungan untuk berubah atau mengikuti selera hawa nafsu manusia titik sedangkan aspek alamiah dapat mengalami perubahan sesuai dengan zaman dan lingkungannya.
b. Nilai Insani adalah nilai yang tumbuh dan berkembang atas kesepakatan manusia. Nilai Insani ini akan terus berkembang ke arah yang lebih maju dan lebih tinggi. Nilai ini bersumber dari rakyat, adat istiadat dan kekayaan alam.
Perlu kita ketahui, sumber nilai-nilai yang tidak berasal dari Al-Qur-an dan hadits, dapat digunakan sepanjang tidak menyimpang atau dapat menunjang sistem nilai yang bersumber pada Al-Qur-an dan hadist. Sedangkan nilai bila ditinjau dari orientasinya dikategorikan ke dalam 4 bentuk nilai yaitu:
a. Nilai Etis, Nilai Etis adalah nilai yang mendasari orientasinya Pada ukuran baik dan buruk.
b. Nilai Pragmatis, Nilai Pragmatis adalah nilai yang mendasari orientasinya pada berhasil atau kegagalan.
c. Nilai Efek Sensorik, nilai Efek Sensorik adalah nilai Yang mendasari orientasinya pada hal yang menyenangkan atau menyedihkan.
d. Nilai Religius, Nilai Religius adalah nilai yang mendasari orientasinya pada dosa dan pahala, halal dan haramnya.
Kemudian sebagian para ahli memandang bentuk nilai berdasarkan bidang apa yang dinilainya, misalnya nilai hukum, nilai etika, nilai estetika, dan lain sebagainya. Namun pada dasarnya, dari sekian nilai di atas dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:
a. Nilai Normal
Nilai formal yaitu nilai yang tidak ada wujudnya, tetapi memiliki bentuk, lambang, serta simbol-simbol.
b. Nilai Material
4. Teori Pengetahuan Meneut Islam
“Timur ya timur dan Barat ya barat”(Rudyard Kipling)
Wawasan tentang Ketuhanan
Dengan kata-kata diatas, kipling hendak menunjukan bahwa unsur-unsur yang membentuk peradaban Timur dan barat sangatlah berbeda dan saling bertentangan antar satu dan yang lainnya, sehingga kecil sekali kemungkinan yang membuat keduanya bergabung dan membentuk suatu kesatuan. Sebuah contoh untuk menggambarkan perbedaan-perbedaan antar keduanya itu diberikan oleh teori pengetahuan menurut islam, yang berbeda secara mendasar dengan teori pengetahuan di barat. Yang pertama adalah konsepsi spiritual tentang manusia dan alam tempat ia hidup, sedangkan yang kedua adalah sifatnya sekular dan skeptis terhadap wawasan tentang ketuhanan.
Wawasan tentang Ketuhanan yang telah menghilang dari konsepsi pengetahuan barat tentang pengetahuan merupakan titik sentral dalam teori islami tentang pengetahuan. Sesungguhnya yang membedakan cara berpikir islami dari cara barat, adalah keyakinan tak tergoyahkan dari cara bepikir bahwa Allah berkuasa atas segala hal dan bahwa segala sesuatunya, termasuk pengetahuan, berasal dari satu-satunya sumber yang tidak lain adalah Allah.
Semua filsuf muslim yang berpendidikan seperti Alfarabi, Ibnu Syna, al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dll, semuanya sependapat bahwa sumber segala pengetahuan adalah Yang Ilahi.[7]
D. KESIMPULAN
Dalam kehidupan manusia sangatlah penting untuk ditanamkan pengetahuan ilmu pendidikan Islam, untuk tumbuh menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Bimbingan atau tuntutan kepada manusia dalam perkembangannya agar timbuh secara wajar dan berpribadi muslim, sebagai anggota masyarakat yang hidup selaras dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan hidup di dunia dan akhirat.
Dalam mewujudkan hal itu terdapat beberapa nilai-nilai yang harus ditanamkan, menurut Zakiyah Darajat, mendefinisikan nialai adalah suatu perangkat keyakinan atau perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak khusus kepada pola pemikiran dan perasaan, keterikatan maupun perilaku. Jika kita pahami deri sekian banyak nilai kita bisa mengkerucutkan menjadi dua nilai yaitu nilai normal dan material.
Dalam pengetahuan Islam, ilmu yang terkandung didalamnya adalah mutlak yang harus ditaati, namun bukan berarti kita tidak boleh menanamkan ilmu-ilmu yang lainnya. Semua ilmu bisa kita tanamkan asalkan dapat digunakan sepanjang tidak menyimpang atau dapat menunjang sistem nilai yang bersumber pada Al-Qur-an dan hadist.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin Lihat H.M, Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, Logos Wacana Ilmu, Jakarta: 1996
Darajat Zakiah, Dasar-dasar Agama Islam, Bulan Bintang, Jakarta: 1984
Muhaimin, Abd. Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Bandung: 1991
Qodir C.A, Filsafat dan ilmu Pengetahuan dalam Islam, Yayasan obor Indonesia, Jakarta: 1989
Sasono Adi, Solusi Islam Atas Problrmatika Umat, Gema Insani Press, Jakarta: 1998
Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Rosdakarya, Bandung: 1994
Uhbiyati Nur, Ilmu Pendidikan Islam, PT.Pustaka Rizki Putra, Semarang: 2013
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Alif Purniawan adalah nama penulis dalam paper ini, penulis lahir dari orang tua Bpk Sopyanto dan Ibu Supriyanti sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Penulis dilahirkan di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara, RT 03 RW 01 pada tanggal 12 September 1998. Penulis menempuh pendidikan dimulai dari SD Negeri 1 Pegundungan (lulus pada tahun2010), melanjutkan di SMP Negeri 1 Pejawaran (lulus pada tahun 2013) dan SMK Negeri 1 Pejawaran (lulus pada tahun 2016), hingga ahirnya bisa menmpuh kuliah di Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan progam Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo, yang mulai pada tahun 2019.
Dengan ketekunan motivasi tinggi untuk terus belajar dan berusaha, penulis telah berhasil menyelesaikan pekerjaan tugas pembuatan “Paper” mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam (IPI) dengan tema Pengetahuan dan Ilmu Dalam Pandangan Islam, semoga dengan penulisan paper ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.
[1] Lihat H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1996), cet I. Hlm. 10.
[2] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), cet. II. Hlm. 12.
[4] Adi Sasono, Solusi Islam Atas Problrmatika Umat, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998) cet I. Hlm. 87-89.
[6] Muhaimin, Abd. Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam, (Bandung: Bumi Aksara, 1991) cet I. Hlm. 111-114
[7] C.A. Qodir. Filsafat dan ilmu Pengetahuan dalam Islam. (, Jakarta: Yayasan obor Indonesia, 1989), cet I. Hlm. 5


Komentar
Posting Komentar