MAKALAH DIKSI ATAU PEMILIHAN KATA



MAKALAH BAHASA INDONESIA
 DIKSI ATAU PEMILIHAN KATA


Disusun Oleh :
1.      Daryanti
2.      Futichatur Rohmah
3.      Ihsan Maulana
4.      Mufthi Miftahul Khoir
5.      Muhamad Fathur Rohman
6.      Verra Safitri

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN
2019

KATA PENGANTAR



Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami  mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata Paikologi Umum dan Sosial yang berjudul “ Pengamatan dan Perhatian”
Dalam penyusun makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi, namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua serta teman-teman, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi.
Semoga makalah ini dapat memberi wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembacanya. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukanya demi perbaikan pembuatan makalah saya yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.







    Penyusun
Wonosobo, 8 September 2019



Kelompok II

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ...........................................................................................  i
Kata Pengantar .............................................................................................  ii
Daftar Isi ......................................................................................................  iii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ..................................................................................  1
B.     Rumusan Masalah ............................................................................  2
C.     Tujuan Penulisan ..............................................................................  2
D.    Manfaat Penulisan ............................................................................  2
BAB II : PEMBAHASAN
A.    Pengertian Diksi ...............................................................................  3
B.     Beberapa Makna Kata Dalam Diksi  ................................................  4
C.     Keselarasan Pilihan Kata Dalam Diksi ............................................  5
D.    Syarat – Syarat Ketepatan Diksi ......................................................  7
E.     Perubahan Makna .............................................................................  8
BAB III : KESIMPULAN
A.    Kesimpulan .....................................................................................  11
Daftar Pustaka ............................................................................................  12


BAB I

PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang
Memang harus diakui, kecenderungan orang semakin mengesampingkan pentingnya  penggunaan bahasa,  terutama  dalam tata cara  pemilihan kata atau diksi. Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar, sehingga ketika kita berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering  mengalami  kesalahan  dalam  penggunaan  kata, frasa, paragraf,  dan wacana. Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman yang baik ihwal penggunaan diksi atau pemilihan kata dirasakan sangat penting, bahkan mungkin  vital, terutama  untuk  menghindari   kesalapahaman  dalam berkomunikasi. Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengarnya. Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dan bahasa. Hal itu juga disertai dengan bermacam-macam suku bangsa yang memiliki banyak bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan juga memiliki karakter berbeda-beda sehingga penggunaan bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan sesama dalam setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain tetapi pihak lawan bicara kesulitan menangkap informasi dikarenakan pemilihan kata yang kurang tepat ataupun dikarenakan salah paham. Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis  pilihan kata (diksi) mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih.Dalam makalah ini, penulis berusaha menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam segi makna dan relasi, gaya bahasa, ungkapan, kata kajian, kata popular, kata sapaan dan kata serapan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan pengertian diksi.
2.      Menjelaskan beberapa makna kata dalam diksi.
3.      Menjelaskan keselarasan pilihan kata dalam diksi.
4.      Menjelaskan syarat - syarat ketepatan diksi.
5.      Menjelaskan perubahan makna.

C.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian diksi.
2.      Mengetahui beberapa makna kata dalam diksi.
3.      Mengetahui keselarasan pilihan kata dalam diksi.
4.      Mengetahui syarat - syarat ketepatan diksi.
5.      Mengetahui perubahan makna.

D.    Manfaat Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
2.      Bagi penulis diharapkan dapat mendatangkan manfaat dan  menambah wawasan serta pengetahuan yang lebih luas.
3.      Bagi pembaca, makalah ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat sebagai tambahan informasi serta reverensi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Diksi. [1]
Diksi adalah pemilihan kata untuk menyampaikan gagasan secara tepat. Selain itu diksi juga berarti :
a.       Kemampuan memilih kata dengan cermat, sehingga dapat membedakan secara tepat, nuasa makna (perbedaan makna yang halus) gagasan yang ingin disampaikan.
b.      Kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa.
Kemampuan memilih dan menyusun kata amat penting bagi penyair. Sebab, pilihan dan susunan kata yang tepat dapat menghasilkan :
a.       Rangkaian bunyi yang merdu.
b.      Makna yang dapat menimbulkan rasa estetis ( keindahan ).
c.       Kepadatan bayangan yang dapat menimbulkan kesan mendalam.
Misalnya, pemilihan dan penyusunan kata seperti gelombang melambung tinggi, atau roda pedati berderak-derak atau hilang terbang atau meradang menerjang, atau hilang rasa, selain menimbulkan kemerduan bunyi, juga menimbulkan rasa estetis dan kesan mendalam.
Memilih kata yang tepat memang tidak mudah. Oleh karena itu, menulis puisi kadang-kadang sekali jadi. Puisi yang sudah jadi pun kadang-kadang masih mengalami bongkar pasang kata sampai dirasakan pas oleh penyairnya. [2] selain itu keraf juga mengatakan diksi mencakup kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, cara menggabungkan kata yang tepat, dna gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu. Dari penegrtian diatas dapat disimpulkan bahwa diksi adalah pilihan kata yang sesuai dengan konteks kalimat untuk menyampaikan pesan atau gagasan oleh penulis atau pembaca atau pendengar yang sesuai dengan kondisi dan rasa Bahasa tertentu serta berterima.

B.     Makna Kata Dalam Diksi.[3]
Kata merupakan satuan bebas terkecil yang mempunyai dua aspek, yaitu aspek bentuk atau ekspresi dan aspek isi atau makna. Bentuk Bahasa adalah sesuatu yang dapat dicerna oleh panca indera, baik didengar maupun dilihat. Isi atau makna adalah segi yang menimbulkan reaksi atau respon didalam pikiran pendengar atau pembaca karena rangsangan atau stimulus berupa bentuk bahasa. [4] Wujud reaksi itupun bermacam-macam, yakni dapat berupa tindakan atau perilaku serta pengertian. Respon yang timbul tergantung pada apa yang didengarnya. Dengan kata lain respon akan muncul berdasarkan stimulusnya. Makna adalah hubungan antara bentuk bahasa dan barang yang diacunya. Ada bermacam-macam makna, diantaranya adalah makna leksikal dan makna gramatikal, makna denotatif dan makna konotatif, serta makna kontekstual. Adapun pembahasan tentang makna kata ini yaitu :
a.    Makna leksibel dan makna gramatikal.
Makna leksibel adalah makna kata secara lepas tanpa kaitan dengan kata yang lainnya didalam sebuah struktur bahasa ( frasa, klausa, kalimat ). Misalnya kalimat “ Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal manusia ”. Makna gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatika ( pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan). Contoh kata bermakna gramatikal adalah :
-       Berumah : mempunyai rumah.
-       Rumah-rumah : banyak rumah.
-       Rumah makan : rumah tempat makan.


b.       Makna denotatif dan makna konotatif.
Makna denotatif atau makna referensial adalah makna yang menunjuk langsung pada acuan atau makna dasarnya. Makna konotatif atau makna evaluative/emotif adalah makna tambahan terhadap makna dasarya yang berupa nilai rasa atau gambar tertentu. Dalam penulisan karya ilmiah, kata-kata bermakna denotatiflah yang digunakan karena bahasa ilmiah bersifat lugas atau tidak menimbulkan interpretasi tambahan. Contohnya dengan makna denotatif atau konotatif adalah putih – warna seperti warna salju (denotatif), wanita artinya sama seperti perempuan, bini artinya sama seperti istri ( denotatif ), putih – polos ( Konotatif ), makan hati – makan hati lembu atau ayam ( denotatif ), makan hati – susah karena perbuatan orang lain (konotatif). Dia adalah wanita manis ( konotatif ).
c.       Makan konstektual.
Makna konsteksual adalah makna yang ditentukan oleh konteks pemakainya. Contoh :
-          Dian sedang belajar ( sedang melakukan kegiatan ).
-          Kehidupan mereka sedang saja ( berkecukupan ).
-          Dia mendapat nilai sedang ( tidak terlalu bagus ataupun jelek).[5]
Ketepatan makna kata juga mengacu pada kesesuaian antara kata yang digunakan dangan maksud yang terkandung dalam kata itu sendiri. Ketepatan makna kata akan terlihat dalam konteks dalam kalimat. Sebab, pngungkapan bahasa yang lengkap itu ada pada kalimat. Kata kopi diartikan sejenis serbuk yang menjadi bahan minuman, bisa juga kopi  diartikan sebagai Salinan dari suatu tulisan atau gambar ( foto kopi ).

C.     Keselarasan Pilihan Kata Dalam Diksi
Penulis karangan, sadar ataupun tidak, berhadapan dengan masalah pemilihan kata. Terkadang, komunikasi dapat berlangsung secara efektif walaupun denga kosakata terbatas atau pemilihan kata yang kurang tepat.
[6] Akan tetapi, pengenalan kosakata yang terbatas juga berarti keterbatasan seseorang individu untuk mengungkapkan diri dalam kehidupan berbahasa. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperluas kosakata adalah :
a.       Pemakaian kamus umum dan kamus sinonim yang baik.
b.      Pemasukan kata baru dalam tulisan dan pembicaraan.
c.       Berusaha membaca berbagai jenis tulisan. Akan tetapi, usaha untuk menambah kosakata Anda tidak hanya terpaut pada tiga cara diatas. Terdapat berbagai macam cara yang dapat Anda lakukan untuk memperluas kosakata dan memperoleh kepekaan bahasa.
-          Kita dapat memilih kata, baik karena makna denotasinya atau konotasi. Denotasi kata ialah arti haflah dari sebuah kata atau hubungan antara kata atau ungkapan dan barang, orang, tempat, sifat, proses,dan kegiatan diluar sistem bahasa. Misalnya, denotasi “ kuda “ ialah kelas hewan mamalia pemakan rumput yang dipelihara manusia untuk menarik muatan, mengangkut barang, atau untuk dikendarai. Sedangkan makna konotasi dapat bersifat pribadi atau bergantung pada pengalaman seorang individu dengan kata, barang, atau gagasan yang diacu oleh kata tersebut. Misalnya, kata ular, jaksa, radikal mempunyai rasa tambahan. Kata yang erat dengan konotasi ialah kata pantang, khususnya yang berupa makian, nama orang yang menjadi pusat perhatian masyarakat.
-          Kata konkret dan abstrak. Kata konkret mengacu pada barang yang spesifik didalam pengalaman kita. Kata yang konkret dapat efektif digunakan dalam karangan pengisahan atau narasi dan deskripsi karena kata yang konkret merangsang pancaindera pembaca. Contohnya meja, kuris, rumah,mobil dan lain sebagainya. Sedangkan kata abstrak ialah kata yang merujuk kepada sifat, nisbah dan gagasan. Kata tersebut seing dipakai untuk merujuk kata-kata yang rumit. [7]
-          Kata umum dan kata khusus. Kata umum mengungkapkan gagasan atau ide yang umum, sedangkan kata khusus digunakan untuk perinciannya.

D.    Syarat - Syarat Ketepatan Diksi.[8]
Menurut keraf ketepatan diksi adalah kemampuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembaca. Oleh karena itu , ssetiap penulis atau pembaca harus berusaha memilih kata-kata yang akan digunakan secermat mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mencapai suatu komunikasi yang efektif maka dikemukakan beberapa syarat-syarat ketepatan diksi :
a.       Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi. Denotasi ialah kata yang bermakna lugas atau tidak bermakna ganda. Sedangkan konotasi ialah kata yang dapat menimbulkan bermacam-macam akan, contoh :
-       Amplop putih itu milik Pak Alek ( denotasi ).
-       Nurul Ilmi adalah bunga desa dikampunya ( konotasi ).
-       Ibu kota  : pusat pemerintahan ( konotasi ).
-       Ibu jari : jari yang paing besar atau jempol ( konotasi ).
-       Jamban : kamar mandi ( konotasi ).
b.      Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya.
-       Intensif – intensif.
-       Karton – kartun.
c.       Membedakan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti :
-       Biologi – biologis.
d.      Membedakan kata-kata yang hampir besinonim dengan cermat.
-       Siapa pengubah peraturna yang memberatkan pengusaha?
-       Pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah perubah peraturan yang selama ini memberatkan pengusaha.
e.       Membedakan kata depan secara idiomatic, seperti kata “ ingat ” seharusnya ingat akan bukan ingat terhadap.
f.        Membedakan kata umum dan kata khusu, seperti binatang bersifat umum dan kelinci khsus.
g.      Mengetahui perubahan makna yang terjadi pada kata-kata tertentu yang telah dikenal, seperti hipotesa menjadi hipotesis.
h.      Perhatikan kelangsungan pilihan kata.

E.     Perubahan Makna. [9]
Faktor penyebab perubahan makna:
a.        Kebahasaan, meliputi perubahan intonasi, bentuk kata, dan bentuk kalimat.
1.      Perubahan intonasi adalah perubahan makna yang diakibatkan oleh perubahan nada, irama, dan tekanan. Contoh dalam kalimat;
-          Paman teman saya belum nikah.
-          Paman, teman saya belum nikah.
-          Paman, teman, saya belum nikah.
-          Paman, teman, saya, belum nikah.
2.      Perubahan struktur frasa: kaleng susu (kaleng bekas tempat susu) susu kaleng (susu yang dikemas dalam kaleng), dokter anak (dokter spesialis anak), anak dokter (aanak yang dilahirkan oleh orang tua yang menjadi dokter).
3.      Perubahan bentuk kata adalah perubahan makna yang ditimbulkan oleh perubahan bentuk. Contoh: tua (tidak muda) jika ditambah awalan ke- maka menjadi ketua, makna berubah menjadi pemimpin.
4.       Kalimat akan berubah makna jika struktur kalimatnya berubah. Perhatikan kalimat berikut:
-          Karena sudah diketahui sebelumnya, satpam segera dapat meringkus penjahat itu. Kalimat diatas, salah kesejajaran bentuk kata diketahui seharusnya mengetahui.
-          Karena mengetahui sebelumnya, satpam segera dapat meringkus penjahat itu.
-          Pencuri itu segera diringkus oleh satpam karena sudah diketahui sebelumnya.
b.      Kesejarahan.
Kata perempuan pada zaman penjajahan Jepang digunakan untuk untuk menyebut perempuan penghibur. Orang menggantinya dengan kata wanita. Kini setelah orang melupakan peristiwa tersebut menggunakan nya kembali, dengan pertimbangan, kata perempuan lebih mulia dibanding kata wanita.
c.       Kesosialan.
Masalah kesosialan berpengaruh terhadap perubahan makna. Contoh; petani kaya disebut petani berdasi, militer disebut baju hijau.
d.       Kejiwaan.
 Perubahan makna Karena faktor kejiwaan ditimbulkan oleh pertimbangan: rasa takut, kehalusan ekspresi, dan kesopanan. Perhatikan contoh berikut ini:
-          Tabu: pelacur disebut tunasusila, germo disebut hidung belang.
-          Kehalusan: bodoh disebut kurang pandai, malas disebut kurang panadi.
-          Kesopanan: ke kamar mandi disebut kebelakang, gagal disebut kurang berhasil.
e.        Bahasa Asing.
Perubahan makna karena faktor bahasa asing, misalnya kata tempat orang terhormat diganti dengan VIP.
f.        Kata Baru.
Kreativitas pemakai bahasa berkembang terus sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan tersebut, memerlukan bahasa sebagai alat ekspresi dan komunikasi. Pethatikan penggunaan kata: jaringan, kinerja,dan justifikasi.
-           Jaringan kerja untuk menggantikan network.
-          Justifikasi untuk menggantikan pembenaran.
-          Kinerja untuk menggantikan performance.


























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan menjadi beberapa poin penting yaitu :
1.      Diksi atau pilhan kata adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
2.      Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata itu.
3.      Diksi memiliki beberapa syarat-syarat ketepatan agar menimbulkan imajinasi yang sesuai antara pembicara dan pendengar.











DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd. 13740. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Erlangga
 Dr. H. Musaba, Zulkifli, M.Pd. 2012. Bahasa INDONESIA untuk Mahasiswa. Yogyakarta : CV.ASWAJA PRESSINDO
Shaquille, Habibie. 2012. SASTRA INDONESIA Paling Lengkap. Depok: Pustaka Makmur
Diambil dari makalah Bahasa Indonesia Diksi atau Pemilihan Kata karya dewijannati208.blogspot.com/ diakses tanggal 07 September 2019



[1] Habibie Shaquille, SASTRA INDONESIA Paling Lengkap ( Depok: Pustaka Makmur, 2012 ), hal. 24
[2] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 144
[3] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 145
[4] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 146
[5] Dr. H. Zulkifli Musaba, M.Pd., Bahasa INDONESIA untuk Mahasiswa ( Yogyakarta : CV.ASWAJA PRESSINDO, 2012), hal. 26
[6] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 147
[7] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 148
[8] Prof. Dr. Ahmad H. P & Dr. Alek, M.Pd., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi ( Jakarta : Erlangga, 13740 ), hal. 145
[9] Diambil dari makalah Bahasa Indonesia Diksi atau Pemilihan Kata karya dewijannati208.blogspot.com/ diakses tanggal 07 September 2019

Komentar

Postingan Populer